Kita berada pada titik dalam sejarah—tidak mendekatinya, tetapi di sini—di mana Anda harus memutuskan apakah Anda puas merusak otak Anda dengan aliran digital seperti fentanil yang tak ada habisnya atau jika Anda akan berjuang untuk kemanusiaan Anda, menyentuh rumput, menantang diri sendiri, berkreasi, berkontribusi, dan mencintai.